Header image  
Self service
 
 
    home
 
Self service

Sebelumnya saya mau menjelaskan bahwa cerita pengalaman yang akan saya tulis ini adalah atas permintaan suami tercinta, karena baru baru ini dia telah menulis mengenai hal berikut ini.

Sejauh yang saya ingat, saya mulai mengenal mastrubasi atau onani itu ketika saya masih duduk di smp. Sudah tidak ingat lagi bagaimana awalnya, tapi yang jelas sejak saya memiliki kamar tidur sendiri. Apabila akan tidur saya selalu memeluk guling atau bantal. Tidak sadar bantal atau guling sering saya jepit oleh selangkangan kaki dan ketika tertekan ke bagian kemaluan saya sering merasakan sesuatu yang aneh tapi nikmat. Semakin ditekan dan semakin bantal di gerakkan maka saya merasakan lebih nikmat lagi. Seperti telah menemukan sesuatu yang aneh, saya semakin sering untuk mencobanya. Dalam sebulan pasti ada minggu minggu tertentu yang begitu menginginkan melakukan hal itu dan setiap selesai dengan puas selalu saya baru menyadari bahwa seluruh badan basah dengan keringat. Di sekitar celana dalam juga terasa basah seperti anak kecil mengompol walaupun hanya sedikit yang keluar. Tapi saya menyadari bahwa itu bukan air seni tapi cairan lain, karena agak kental dan lengket kalau dipegang.
Seperti orang yang sudah ketagihan, semakin lama semakin ingin lebih nikmat lagi. Saya mulai sering tidur tidak memakai baju tidur dan hanya memakai celana dalam dan kaos dalam saja. Payudara pun waktu itu sudah mulai berbentuk bagus tapi paling tidak suka memakai mini set atau bra untuk anak anak, selalu merasa risih dan geli kalau memakainya. Sudah sering sekali ibu mengingatkan saya untuk memakainya, tapi kalau ada kesempatan diam diam saya tidak memakainya dan pergi begitu saja keluar, yang rajin memakai kalau ke sekolah saja.
Dengan hanya dibatasi dengan celana dalam, bantal ditempelkan di atas celana dalam dan di gesek gesekkan dan juga di tekan tekan, begitu nikmat rasanya. Di banding dengan guling saya lebih senang dengan bantal, karena ada sisinya dan ujungnya, terasa enak sekali ketika menekan bagian luar vagina. Pernah suatu malam, waktu belum terlalu malam tapi saya sudah masuk ke kamar dan ketika melakukan mastrubasi tiba tiba ibu mengetuk pintu kamar dan saya di suruh keluar karena ada sesuatu yang mau di bicarakan. Cepat cepat saya berhenti dan keluar kamar, tapi ketika keluar kamar justru ibu bertanya kepada saya dengan muka agak heran, menanyakan mengapa muka saya agak merah dan berkeringat dan khawatir saya sedang sakit. Tapi saya katakan ac kamar baru saja di hidupkan, jadi ruangan masih panas.
Kemudia setiap kali melakukan mastrubasi dengan tidak sadar mulai suka memegang megang payudara dan merasa agak geli sendiri karena setiap kali pasti puting saya jadi menonjol kedepan dan tegang. Dengan sambil memegang megang payudara terasa semakin nikmat.
Selanjutnya saya mulai ingin mencoba melakukan mastrubasi langsung ujung dan sisi bantal tanpa memakai celana dalam. Ketika pertama kali dicoba, saya begitu terkesan dan sangat menikmati, ternyata tanpa celana dalam jauh lebih nikmat, sudut dan sisi bantal langsung bergesekan dan bersentuhan dengan mulut vagina dan clitoris. Sejak itu saya mulai sering tidur tanpa celana dalam dan menjempit bantal di selangkangan untuk tidur. Kadang kadang dalam satu malam bisa melakukan dua tiga kali, tengah malam terbangun dan melakukan itu, pagi sebelum bangun dari tidur melakukan lagi. Ketika melakukan mastrubasi itu juga tidak sadar aku mulai sering mengeluarkan sedikit suara, apalagi menjelang selesai, seakan kepala menjadi tidak tahan mau pingsan rasanya dan mata berkunang kunang. Sesudah itu badan begitu lemas rasanya.
Sejak sering melakukan mastrubasi dengan ujung dan sisi bantal langsung ke mulut vagina, saya mulai sering mencuci sarung bantal sendiri karena malu takut di ketahui orang tua. Kebiasaan ini terus berjalan sampai saya memasuki sma. Saya juga secara kebetulan menemukan suatu kenikmatan tersendiri apabila mengenakan celana jeans tanpa mengenakan celana dalam. Bahan jeans bagian dalamnya tepat di selangkangan itu selalu ada bahan jeans yang berlebih jahitannya melintang. Begitu ketat dan pasnya jeans itu ke badan sehingga bagian jeans yang berlebih itu kadang menyelip di mulut vagina, apabila bergerak kain jeans itu sedikit sedikit menggesek bagian yang sensitif itu. Sehingga sambil jalan di luar pun kadang kadang saya bisa merasakan sesuatu yang sedikit nikmat. Apabilagi waktu itu karena saya agak tomboy dan bergaulnya dengan teman pria maka saya lebih sering memakai celana panjang.Di sma karena teman sekelilingnya adalah anak pria, saya mulai belajar naik motor dan menjadi gemar mengendarainya. Salah satu alasan saya menggemari motor itu karena senang dengan getaran mesin motor yang bergetar di sekitar selangkangan kaki, terlebih kalau mengendarainya hanya memakai celana jeans tanpa memakai celana dalam.
Suatu saat pulang sekolah saya main kerumah sepupu yang seumuran dengan saya. Karena sudah terbiasa di rumahnya, tanpa sepupu saya yang pria ini saya masuk ke kamar tidurnya, seperti kamar pria pada umumnya, tidak terlalu rapih suasananya. Tujuan saya sebenarnya ingin meminjam motornya, tapi ternyata dia belum kembali dari sekolah. Karena tidak ada kerjaan, saya iseng mulai buka buka laci mejanya. Saya menemukan beberapa majalah asing seperti penthouse dan playboy, sempat juga melihat lihat foto dan gambarnya. Waktu itu saya tersenyum saja melihatnya, bahkan sempat terlintas bagaimana kira kira sepupu saya kalau lihat saya berpse seperti yang di majalah itu. Saya sempat juga menemukan beberapa video bf, tapi ketika saya akan coba memutarnya dia masuk ke kamar dan saya agak kaget juga ketika itu. Begitu dia melihat saya, dia juga kaget tidak di sangka ada saya dan lebih kaget lagi saya sedang memegang megang film bf yang dia punya. Segera saja dia menghampiri saya denga ncepat dan ingin merebut video casette itu. Tapi saya mengelak dan terjadilah rebut rebutan kaset, berguling guling merebutkan itu seperti waktu kami kecil saja merebutkan sesuatu, tidak ingat bahwa kami sudah puber. Tapi karena memang begitu dekat kami hubungannya sehingga sudah seperti adik kakak berantem saja. Dengan tenaga yang kuat dia berhasil merebut kaset itu. Dia tidak mengizinkan saya untuk memutarnya, padahal waktu itu saya katakan untuk nonton sama sama saja. Akhirnya saya mencoba mengancamnya dengan mengatakan akan mengadu ke orang tuanya. Mendengar itu dia langsung terdiam dan ketakutan, dan akhirnya dia setuju untuk memutarnya. Sebelum memutar kaset itu, dia minta saya merapikan baju saya karena bra saya kelihatan kemana mana. Baru sadar kancing seragam saya terbuka ketika berebut kaset video.
Nonton bf bukan yang pertama kali waktu itu, tapi bf yang sepupu punya itu begitu vulgar dan sangat berkesan. Ketika menonton itu kami berdua terdiam tidak bersuara sedikitpun. Saya sendiri ikut terangsang waktu itu, apalagi sepupu saya, sempat saya ganggu saya katakan kemaluannya jadi membesar. Selain adegan sex normal, ada juga adegan seorang wanita yang melakukan mastrubasi dengan memakai jarinya dan kemudian mainan berbentuk penis, kesan pertama terus terang agak ngilu juga melihat suatu benda di masukkan ke dalam vagina.
Sejak kejadian itu apabila melakukan onani di kamar tidur, saya mulai berani memakai tangan walaupun hanya di bagian luar saja dan bagian clitoris. Itu saja rasanya sudah begitu nikmat dan saya merasa lebih banyak cairan yang keluar dari dalam vagina. Tapi kalau sudah sedang melakukan onani itu memang tidak bisa di kontrol. Suatu saat begitu nikmatnya saya berusaha ingin lebih lagi dan tidak sadar saya mulai mencoba memasukkan tangan ke dalam. Rasanya mungkin susah untuk ditulis, karena begitu nikmatnya. Sejak mengenal memakai tangan, setiap onani selalu memakai tangan dan sampai berani memakai lebih dari satu jari. Itu berlangsung sampai aku tamat sma. Pertama kali berhubungan sex ketika saya masih di sma dan itu dengan teman sekelas. Terus terang kalau waktu itu disuruh membandingkan mana yang lebih nikmat, mungkin saya lebih memilih onani, sex waktu itu kesannya hanya sedikit sakit. Saya baru bisa merasakan nikmatnya sex itu ketika sudah kuliah.
Suatu hari ketika zaman kuliah, saya dan teman teman satu fakultas mengadakan acara pesta dan di akhir acara kami melakukan tukar menukar hadiah dengan di undi. Entah dari siapa saya mendapatkan mainan verberator berbentuk penis yang begitu persis bentuk dan warnanya. Ketika kami membukanya bersama sama, semua teman saya mentertawakan apa yang saya dapat dan sampai tamat sekolah siapa yang membeli hadiah itu tidak ada yang mengetahui. Teman teman menganjurkan di pajang saja di kamar tidur sebagai pajangan rumah. Tapi kenyataannya mainan itu tidak saya pajang dan di simpan di laci tempat tidur. Sampai beberapa waktu saya tidak berani menyentuh mainan itu. Sampai suatu malam saya melakukan onani dan seperti kebiasaan selalu saya memainkan clitoris dengan jari jari dan terus dengan memasukkan jari kedalam vagina. Ketika sedang menikmati tangan yang keluar masuk vagina, entah kenapa saya teringat akan mainan itu dan ada perasaan ingin mencoba sekali seperti dalam video video bf yang pernah saya lihat, herannya waktu itu saya tidak merasa takut atau ngeri. Ujung verbrerator yang berbentuk kepala penis dengan agak sedikit ragu saya tempelkan di mulut vagina dan saya tekan sedikit kedalam. Ternyata dengan mudah ujung mainan itu masuk kedalam vagina, mungkin karena saya sendiri sudah begitu terangsang dan basah jadi mudah masuk kedalam. Hanya saja kesannya waktu begitu masuk, tidak terasa seperti penis sungguhan, terasa agak dingin ketika masuk. Seingat saya waktu itu, tidak sadar saya sudah memasukkan semua penis mainan itu kedalam vagina sampai yang terdalam. Saya begitu menikmati ketika mulai menggerakkan mainan itu keluar masuk vagina seakan seorang pria sedang melakukan gerakan itu dengan penis sungguhan. Dengan gerakan itu saja saya sudah begitu puas dan merasakan kenikmatan yang sulit untuk di tulis di sini, tapi tidak sengaja tangan saya menyentuh tombol verberator yang ada di belakang mainan itu dan bergetarlah mainan itu. Mendadak saya kaget dan merasakan suatu yang hebat sekali, tidak ingat lagi waktu itu apakah saya mengeluarkan suara dengan kencang atau tidak, yang jelas saya mengeluarkan suara karena menerima rangsangan yang belum pernah saya rasakan, bahkan tidak pernah saya rasakan ketika berhubungan sex dengan pria. Tidak lama setelah itu sepertinya saya mencapai klimaks, seakan darah dengan cepat naik sampai ke ubun ubun dan bersamaan dengan itu mata mendadak seperti gelap sesaat dan kemudian seluruh badan menjadi begitu lemas dan saya tidak berdaya di atas tempat tidur. Saya merasakan lebih dari sekali mencapai orgasme dalam hitungan detik waktu itu. Sejak malam itu apabila saya menginginkan onani, selalu saya pergunakan mainan penis itu. Walaupun ketika itu saya sudah memiliki pacar dan dalam seminggu bisa dua sampai tiga kali kami melakukan hubungan sex, tapi onani tetap saya lakukan kadang kadang ketika kangen ingin melakukan itu, kenikmatan yang berbeda dengan ketika berhubungan sex.Kebiasaan onani saya itupun berlanjut terus setelah saya menikah dengan suami, dia baru mengetahuinya belakangan setelah kami menikah. Ketika pacaran dengan suami, dia tidak mengetahuinya. Setelah dia tahu tentang itu, dia mulai sering membelikan mainan mainan baru kalau dia pulang dari dinas luar kota atau luar negeri. Suami juga kadang kadang senang dan minta supaya saya melakukan onani di depan dia.
Selain dengan suami saya tidak pernah memperlihatkan mastrubasi saya, tapi sempat satu kali saya melakukan di depan pria yang umurnya masih cukup muda dan itu juga karena permintaan dia. Sebelum terlanjur saya mencapai klimaks, saya minta dia menggantikan mainan itu dengan kepunyaannya. Ketika dia membuka celana dalamnya, penisnya sudah cukup tegang. Ketika dia akan memasukkan ke vagina, saya bantu dengan memegang penisnya, tapi mendadak dia ejakulasi dan mengeluarkannya di sekitar selangkangan kaki saya. Ada rasa kecewa dan geli sebenarnya waktu itu. Tapi rasa kekecewaan saya itu tidak saya tunjukkan ke pria itu karena takut dia nanti menjadi minder.